Senin, 30 Juni 2014

Advan Jual 1000 Unit Device di ICS 2014

TECHNO.OKEZONE.COM - BOGOR - Pameran Indonesia Cellular Show (ICS) 2014 baru saja selesai beberapa hari lalu. Event ini dijadikan momentum oleh Advan untuk mengenalkan sejumlah produk unggulannya. 

Salah satu tablet flagship mereka Vandroid T3X, juga ikut tampil dalam pagelaran tersebut. "Produk Advan secara keseluruhan telah terjual sebanyak 1000 unit di ICS," ungkap Ulez Hulaesuddin, Selasa(10/6/2014) di JungleLand, Sentul, Bogor.

Product Manager dari Advan Indonesia itu juga mengatakan bahwa mereka siap melayani konsumen setia Advan dengan sejumlah gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tablet anyar dari Advan ini, diyakini mampu bersaing dengan produk gadget lainnya karena memiliki keunggulan tersendiri. Vandroid T3X dibekali dengan layar jernih FHD (1920x1200) berukuran jumbo. 8,9 inci.

Selain itu melalui dukungan koneksi 3,5 G, wireless display, port HDMI dan Wi-Fi serta USB diklaim akan membuat tablet ini berjalan dengan performa yang optimal.

Fitur menarik lainnya adalah prosesor quad core 1,5 Ghz dan kapasitas tenaga baterai yang besar sekira 6000mAh yang sekaligus mampu menjadi powerbank. Tidak hanya itu, tablet ini juga mampu terisi penuh kembali (full charge) hanya dalam tiga jam.

"Advan tidak akan tidak akan berhenti mengembangkan teknologi dalam menghadirkan produk tablet terbaru dan berkualitasnya," ungkap Tjandra Lianto, Marketing Director Advan.
Read More

Galaxy Tab S Lebih Tipis Dibanding iPad Air

TECHNO.OKEZONE.COM - SEOUL - Samsung akan merilis model tablet terbaru, Galaxy Tab S. Perangkat yang terlebih dahulu diperkenalkan di New York, Amerika Serikat ini tampaknya akan menjadi pesaing iPad Air, namun dengan desain lebih tipis.

Dilansir Techradar, Kamis (12/6/2014), perusahaan asal Korea Selatan ini menggelar sebuah event yang dinamakan 'Tab into Color'. Menurut bocoran informasi @evleaks, perangkat anyar ini tampil dengan dua model, yakni 10,5 inci dan 8,4 inci.

Kedua tablet ini akan menghadirkan display WQXGA 2560x1600 piksel. Produk Galaxy Tab S didukung dengan prosesor quad-core Snapdragon (2,3Ghz) atau prosesor octa-core Exynos.

Selain itu, tablet yang dibekali RAM 3GB ini menampilkan storage internal 16GB atau 32GB dengan dukungan kartu microSD hingga 128GB. Tablet yang dilengkapi kamera depan 8MP dan kamera belakang 2,1MP ini berjalan di OS Android 4.4 KitKat.

Sumber dari @evleaks juga mengabarkan bahwa model 8,4 inci didukung baterai 4900mAH, sementara model 10,5 inci dengan baterai 7900mAh. Diklaim super tipis, Galaxy Tab S hadir dengan ketipisan bodi 6,6mm.
Read More

Minggu, 29 Juni 2014

Google Doodle Tampilkan Tema Piala Dunia 2014

TECHNO.OKEZONE.COM - JAKARTA - Google Doodle hari ini mengambil tema World Cup atau Piala Dunia 2014. Raksasa mesin pencari ini menghadirkan objek bola berwarna khas bendera Brasil, yakni kuning dan hijau.

Saat Anda membuka halaman Google.com, maka gaya font Google akan berbeda dari biasanya. Muncul bola yang menggelinding ke menuju ke tengah layar dan disusul animasi yang menampilkan lingkungan kota Brazil.

Apabila Anda melakukan klik pada gambar Google Doodle tersebut, Anda akan dibawa menuju keyword Piala Dunia 2014. Lalu, Anda dapat melihat jadwal pertandingan berdasarkan tanggal dan grup.

Tidak hanya menampilkan nama Negara yang akan bertanding, Anda juga bisa menelusuri lebih dalam lagi untuk melihat Susunan pemain, Statistik dan Garis waktu. Pengguna juga dapat melihat waktu pertandingan dan nama stadion di Brazil.
Read More

Jumat, 27 Juni 2014

ZTE Hadirkan Tiga Smartphone Terbaru di Indonesia

TECHNO.OKEZONE.COM - BALI - Pasar Indonesia kembali kedatangan produk smartphone baru dari negeri China. Resmi diluncurkan di Nusa Dua, Bali, hari ini Kamis (12/6/2014) produk besutan ZTE Corporation itu meluncurkan sekaligus tiga varian smartphone terbarunya.

Perusahaan yang lebih dikenal sebagai penyedia telekomunikasi global, jaringan ini mengeluarkan produk utama Nubia Z5S Mini, Blade L2, dan KIS 3.

Jacky Zhang, Presiden ZTE Unit Bisnis Ponsel Asia Pasifik dan CIS mengatakan, peluncuran ponsel ZTE di Indonesia ini merupakan upaya untuk memperkuat eksistensi dan menjadikan ZTE sebagai merek smartphone paling digemari di kawasan Asia Tenggara.

"Peluncuran ini merupakan kunci untuk memperlihatkan komitmen ZTE dan juga perhatian kami yang begitu besar pada bisnis ponsel ritel," kata Jacky Zhang.

Menurutnya, melalui produk terbarunya ini, ZTE berharap akan membawa teknologi terdepan di dunia untuk semua orang dan menjadi rekan dalam industri komunikasi yang berfokus pada pelanggan.

Seperti diketahui, selama lebih dari 16 tahun ZTE telah memproduksi secara mendunia ponsel-ponsel andalannya. Bahkan ZTE sudah mendistribusikan sebanyak 40 juta smartphone di tahun 2013 lalu, dengan menetapkan target sebanyak 60 juta smartphone di Indonesia pada 2014 ini.
Read More

Minggu, 15 Juni 2014

Indonesia Pasar Smartphone ZTE Paling Menggiurkan

TECHNO.OKEZONE.COM - BALI - ZTE Corporation, hari ini Kamis (12/6/2014) resmi meluncurkan tiga varian smartphone terbarunya di Indonesia. Bali menjadi tempat yang dipilih perusahaan asal China itu untuk memperkenalkan smartphone besutannya.

Jacky Zhang, Presiden ZTE Unit Bisnis Ponsel Asia Pasifik dan CIS mengatakan bahwa Asia Tenggara adalah sasaran pasar utama bagi ZTE. "Indonesia menjadi salah satu negara yang paling potensial untuk mengembangkan produk kami," jelas Jacky Zhang.

Jacky meyakini bahwa jika sebelumnya ZTE fokus di bisnis B2B, tetapi kini melalui tiga smartphone terbarunya merupakan kunci untuk memperlihatkan komitmen akan bisnis ponsel.

"Karena itu, kami siap membangun brand ZTE di pasar retail, dan kami percaya bahwa produk kami mampu memenuhi kebutuhan konsumen," tuturnya.

Dengan begitu, ZTE yakin di 2014 ini dapat bersaing dengan merek-merek ponsel lainnya di Indonesia. Itu terbukti berhasil menempatu posisi ke-4 di pasar Amerika Utara dengan 4,2 persen saham berdasarkan SA, dan di posisi kedua dari keseluruhan pasar prabayar, berdasarkan ITG.

Sedangkan untuk di pasar China, saat ini ZTE mengklaim sebagai yang pertama di pasar lokal 4G handset berdasarkan aspke brand attention.

Meskipun smartphone ZTE, khusus seri Nubia Z5S menyasar pasar Asia Tenggara, China, Rusia, Eropa Selatan, dan Amerika Selatan, khusus di Indonesia, dia meyakini mampu bersaing dengan produk lain.

Bahkan, untuk seri Z5S Mini ini, Indonesia adalah negara pertama yang akan merasakan smartphone terbaru ZTE, dimana smartphone ini mulai dipasarkan di Indonesia pada Juli 2014, setelah itu diikuti oleh beberapa negara tetangga.
Read More

Jelang Piala Dunia, Hacker Serang Website Brasil

TECHNO.OKEZONE.COM - BRASILIA - Grup hacker Anonymous Brazil kabarnya melakukan defaceatau mengubah tampilan halaman website pada situs lokal Brasil dan sponsor Fifa World Cup 2014. 

Dilansir Itv, Kamis (12/6/2014), grup hacker ini mengubah tampilan halaman sejumlah website, termasuk website pemerintah Brasil. Selain itu, hacker juga menyerang situs partner FIFA seperti manufaktur mobil Hyundai.

Para pembajak dunia maya ini menggunakan sistem yang dinamakan DDoS atau Distributed Denial of Service. Mereka mengirim volume trafik yang tinggi pada website, sehingga menyebabkan crash.

"Kami memiliki kesibukan beberapa hari belakangan ini dan akan masih ada (serangan) lain yang datang," ungkap hacker yang menyebut dirinya Che Commodore dan mengklaim sebagai bagian dari anggota hacker Anonymous.

Belum diketahui secara pasti motif atau alasan para hacker ini. Namun, Piala Dunia kabarnya menyebabkan ketidakpuasan bagi sebagian penduduk di Negeri Samba.

Beberapa beranggapan bahwa event yang digelar empat tahunan ini menghabiskan dana hingga miliaran, yang seharusnya dana itu lebih baik dipakai untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Brasil. 
Read More

Kamis, 12 Juni 2014

Ini Cara Membedakan Galaxy S4 "KW" dan Asli

Engadget
Ilustrasi
KOMPAS.com - Tergiur iming-iming harga murah produk smartphone berbasis Android, Samsung S4, seorang teman membeli Samsung S4 yang ditawarkan kenalannya. Dengan berkilah sebagai produk blackmarket, harganya dipatok menarik, hanya 50 persen dari harga pasaran.

Tetapi, beruntung ada kesepakatan, yaitu jika ternyata smartphone tersebut palsu, maka uang bisa dikembalikan. Deal! Saya diminta mengecek keaslian handphone paling bergengsi yang diproduksi Samsung ini.

Dengan hanya membandingkan produk asli Samsung S4 dengan produk yang baru dibeli, tampak tak ada perbedaan dari sisi tampilan fisik. Bahkan, ukuran empat sensor yang tak sama di bagian depan, juga dibuat sangat baik oleh produk ini.

Dari sisi fisik, saya yakin produk blackmarket itu benar-benar asli Samsung S4. Kemasan kotak dan segala aksesorinya, termasuk baterai dan charger, pun makin meyakinkan jika produk itu asli S4.

Kini saatnya mencoba keandalan S4. Dari sisi kecepatan booting, tak ada masalah, dengan logo Samsung dan suara khas Samsung. Fungsi touch screen tampak meyakinkan, tak ada masalah. Sedikit mulai ada keraguan ketika menguji kualitas kamera yang biasa-biasa saja.

Saatnya memasang aplikasi AnTuTu Benchmark dan CPU-Z, yang bisa diunduh dari Google Play. Dua aplikasi ini dibutuhkan untuk mendeteksi jeroan Samsung S4, mulai dari nama produsen pembuat CPU, jenis CPU, hingga spesifikasi teknis lainnya seperti resolusi layar, densitas layar, RAM, hingga spesifikasi kamera.

Luar biasa, berbagai sensor yang dimiliki Samsung S4 yang membuktikan kecanggihan smartphone ini juga terdeteksi aktif di produk yang diuji. Sampai di situ, sangat sulit untuk mengatakan produk yang diuji adalah palsu.

Ternyata dua aplikasi itu bisa memberikan informasi yang berbeda, itu berarti produk yang diuji bisa mengecoh aplikasi pendeteksi. Dengan CPU-Z terdeteksi CPU-nya adalah ARM Cortex-A7, dan AnTuTu mendeteksinya MTK MT6572.

Dua aplikasi itu tak memberikan penilaian apakah spesifikasi yang ada asli atau bukan. Jika kita tak memegang spesifikasi asli Samsung S4, maka kita tak bisa memberikan penilaian. Beruntung akhirnya ada aplikasi lain yang gratis diunduh yaitu Genuine Galaxy S4/Note 3.

Dengan menjalankan Genuine Galaxy S4/Note 3, software ini langsung memberikan penilaian apakah gadget kita asli atau palsu. Begitu dijalankan aplikasinya, langsung tampil pesan: ”I’am afraid you’re not using Galaxy S4”, yang berarti smartphone tersebut bukan S4.

Alasan pun diberikan rinci oleh aplikasi ini. Di antaranya total RAM hanya 469MB, padalah harusnya 2GB. Total ROM 1,2GB, padahal harusnya 16GB, resolusi layar hanya 800x400, padahal referensinya 1920x1080, CPU core terdeteksi 2 harusnya 4.

Dari aplikasi terakhir itu, jelas bahwa S4 blackmarket yang dijanjikan itu ternyata palsu buatan China. Bisnis smarphone murah dengan berkedok produk blackmarket kini makin marak dan menurut penuturan pedagang, banyak yang sudah membeli produk sejenis.

”Saya tidak tahu kalau palsu, tahunya itu blackmarket makanya saya jual sebagai produk blackmarket,” kata seorang penjual berkilah. Bisnis seperti ini makin sempurna dan tak didesain untuk membohongi karena rantai penjualnya justru mengandalkan orang-orang yang tak paham gadget. Jadi, hati-hati jika Anda ditawari produk blackmarket. (Amir Sodikin)
Read More