Selasa, 30 Desember 2014

Diskon Mobil Listrik Tak Berlaku bagi Si Kaya

San Fransisco, KompasOtomotif - California, yang menawarkan insentif berupa potongan langsung harga mobil listrik hingga 2.500 dollar AS (Rp 29,2 juta), berencana untuk mengakhirinya. Penyebabnya, banyak protes yang berdatangan dari kalangan legislatif negara bagian itu.

Insentif itu sengaja digulirkan untuk mengejar target California untuk memiliki populasi 1,5 juta unit mobil bebas emisi di jalan pada 2025. Pembatalan insentif diusulkan hanya kepada mereka orang-orang kaya, yang dinilai mampu membeli mobil tanpa harus menerima bantuan dari pemerintah.

Pihak legislatif California menggulirkan usulan baru, pekan lalu, untuk menghapus insentif khusus mobil listrik pada orang mampu. Selain itu, juga mengusulkan insentif baru bagi pemilik mobil berpenghasilan rendah yang memutuskan untuk menyerahkan mobilnya guna didaur ulang (scrap) dan memilih menggunakan transportasi publik atau ikut program berbagi mobil (car-sharing service).

"Pembatasan pendapatan dilakukan untuk memastikan program ini tetap berjalan, dalam jejak hitam dan putih yang benar, terhadap target negara bagian akan kendaraan listrik," jelas Max Baumhefner, penasihat hukum Natural Resources Defence Council-penggiat lingkungan hidup, dilansir Automotive News (30/8/2014). 

Sampai saat ini, tercatat sekitar 100.000 unit mobil listrik terdaftar di California, atau sepertiga dari total penjualan di seluruh AS. Selain menikmati potongan harga, pemilik mobil listrik juga mendapatkan berbagai keuntungan lain, salah satunya jalur khusus (carpool) di jalan tol. Para prinsipal otomotif juga dihadapi peraturan yang semakin ketat, salah satunya wajib menjual sebagian persen model yang dipasarkan dalam teknologi bebas emisi.

Insentif potongan harga sudah bertahun-tahun dinikmati konsumen mobil listrik yang membeli Nissan Leaf atau Tesla Model S. Sedangkan untuk pembeli mobil hibrida plug in, seperti Chevrolet Volt atau Prius PHEV menikmati potongan 1.500 dollar AS (Rp 17,5 juta).

Keluhan
Insentif ini mulai mendulang keluhan di California karena salah satu model yang sangat menikmati program ini adalah Tesla Model S yang dibanderol 72.240 dollar AS (Rp 846,3 juta). Popularitas mobil premium ini bahkan sangat baik di kawasan orang kaya, seperti Silicon Valley. Para pengeluh juga melihat tanpa adanya insentif para konsumen berstatus jutawan juga tidak sulit memboyong model ini ke rumahnya masing-masing.

"Saya rasa ada argumentasi adil kalau orang kaya memang tidak terlalu butuh potongan harga ketimbang konsumen yang lain," beber Diarmuid O'Connell, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Tesla dilansir Los Angeles Times, bulan ini.

Usulan dari pihak legeslatif akan segera diterima Gubernur Jerry Brown yang sepertinya setuju dengan rancangan peraturan baru ini. Revisi peraturan baru akan menyasar setelah pengukuran dilakukan oleh California Air Resources Board, akhir Juni 2015, sekaligus menetapkan level pendapatan rumah tangga berapa yang bisa menikmati insentif ini.
Read More

GM Yamaha Indonesia Mundur

Belitung, KompasOtomotif – Terhitung mulai 26 September 2014, kedudukan GM Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tidak lagi dimandatkan kepada Eko Prabowo. Jabatan yang juga berperan sebagai juru bicara utama YIMM kepada media itu sekarang diisi oleh Mohammad Masykur.
“Surat resign saya sudah ditanda tangani. Saat ini sudah saatnya bagi saya untuk lebih mengembangkan kemampuan. Semoga jalannya dimudahkan oleh Allah SWT. Semoga Yamaha berkembang lebih baik,” ungkap Eko yang menggelar konferensi pers “mendadak” di sela-sela touring R25 di Kepulauan Belitung, Jumat (30/8/2014).
Berbagai prestasi Eko telah tercatat, namun keputusan mundur justru ia lakukan di saat promosi dua sepeda motor sport terbaru, R15 dan R25, sedang gencar dilakukan pada tahun ini. Sudah 10 tahun lebih Eko menjadi bagian YIMM. Ia mengatakan, salah satu momen paling berkesan ketika menjadi salah satu aktor melekatnya kesan skutik perdana Yamaha Mio sebagai kendaraan kaum hawa sejak diluncurkan pada 2003.
Transisi
Masa transisi jabatan akan berlangsung mulai 1 hingga 26 September. Masykur telah berpengalaman 23 tahun bersama Yamaha Indonesia. Sebelumnya ia menjabat sebagai Assisten GM Divisi R&D YIMM.
“Walaupun sudah 23 tahun di Yamaha, saya baru satu tahun di marketing. Generasinya beda, saya orang lama waktu jaman belum digital. Pak Eko sudah menyatu dengan media, mungkin ini yang sulit buat saya karena masih baru. Saya harus meneruskan apa saja yang telah dirintis sama Pak Eko,” ungkap Masykur.
Selamat dan sukses Eko Prabowo, selamat bertugas Mohammad Masykur!
Read More