Sabtu, 17 Januari 2015

Rossi Bakal Uji New Yamaha YZF-R1

Rossi Bakal Uji New Yamaha YZF-R1
Iwata, KompasOtomotif - Yamaha Motor Company dikabarkan akan meluncurkan New YZF-R1 pada ajang EICMA 2014, di Milan, Italia, November mendatang. Meski masih diselimuti kerahasiaan, bocoran awal New R1 ini akan mulai diuji oleh pebalap MotoGP, Valentino Rossi.

Yamaha telah mulai merilis video penggoda (teaser) tentang superbike terbaru tersebut. YZF-R1 sudah berusia lima tahun sejak 2009 diperkenalkan, dan diharapkan ada banyak perubahan pada modelnya termasuk dari sisi desain dan performa mesin.

Pabrikan berlambang garpu tala ini telah meminta pebalapnya Valentino Rossi untuk menjajal New R1 baru dalam tes privat di Suzuka. Dijadwalkan sesi pengujian akan berlangsung akhir pekan ini usai GP Jepang di Motegi, sebelum The Doctor terbang ke Australia.

Pada saat yang sama, Yamaha juga akan membuat langkah tegas dengan kembali beraksi di di seri World Superbike, setelah mundur pada 2011 lalu. Kembalinya Yamaha di WSBK dikaitkan dengan model terbaru R1 yang akan dipakai di ajang tersebut.

Jumat, 16 Januari 2015

Langkah Tepat Ubah Sistem Audio Avanza

Langkah Tepat Ubah Sistem Audio Avanza
Jakarta, KompasOtomotif - Sistem audio mobil bawaan pabrik umumnya sudah memiliki suara yang cukup apik. Tapi banyak pemilik kendaraan melakukan ubahan, baik yang sederhana ataupun menyeluruh pada sektor audio.

Demikian pula pada beberapa pengguna Avanza, yang tergabung dalam Avanza Pop You Up. Mereka melakukan sentuhan baru buat meningkatkan performa suara, hingga makin nyaman berada dalam kabin.

"Audio itu obatnya melawan kemacetan. Jadi kami kebanyakan mencari kualitas suara yang sempurna, dengan melakukan tambahan-tambahan. Ada beberapa yang mempertahankan bawaab pabrik, dan hanya memberi sedikit ubahan," jelas Erwin, salah satu pengguna Avanza, saat berbincang dengan KompasOtomotif, beberapa waktu lalu.

Bagi yang suka mendengarkan musik, tentu mendambakan dentuman bass yang pas, gemerciktreble yang tak ”sember” akan dicari dan menjadi standar penentu. Ini memerlukan cara sendiri dan tidak bisa asal pasang, kalau tidak semua jadi sia-sia, waktu dan uang.

Bernard Maniagi, pemilik Abadi Jaya Audio, toko khusus audio mobil di Pasar Inpres Otomotif Duren Sawit, Jakarta Timur, mengatakan bahwa banyak yang bisa memasang spek tinggi atau subwoofer di bagasi, tapi hasilnya nol.

”Kadang ada yang memaksa pasang subwoofer, ganti head unit, tapi suaranya nggak keluar. Bassterlalu besar seperti di diskotik. Suara seperti ini malah tidak enak di telinga,” celetuknya.

Bernard membeberkan beberapa langkah jitu yang bisa diterapkan, bila ingin mengubah sistem audio. Simak penjelasan berikut:

1. Tentukan Anggaran. Tidak harus besar, tetapi lebih ke arah persiapan spesifikasi seperti apa yang diinginkan. Kalau memang harus dicicil, misalnya bulan ini beli speaker dulu, tak masalah.

2. Lihat kondisi mobil. Banyak orang memaksakan beli audio dengan spesifikasi tinggi tapi tak sesuai dengan ukuran dan kondisi mobil. ”Misalnya, speaker dan subwoofer yang makan tempat karena mobilnya kecil. Ada hitung-hitungannya, secara visual juga tidak enak dilihat."

3. Selera musik. Instalator audio akan lebih senang kalau pemasangan sistem audio baru lebih ”terarah”. Artinya, segmen musik apa yang sering dimainkan atau disukai. Pemilihan peranti dan setelan akan lebih mudah. Misalnya, suka musik jazz dengan banyak nada frekuensi tinggi tak membutuhkan banyak dentuman seperti RnB.

4. Power Amplifier. Pilihlah yang berkualitas, kalau perlu berasal dari merek yang ”jelas”. Tugasnya berat, menerima sinyal suara dari sumber dan mengolahnya agar memiliki tenaga lebih kuat. Dengan begitu, speaker mampu mengeluarkan suara maksimal karena mendapatkan asupan tenaga ketika mengeluarkan gelombang.

5. Pasang Subwoofer. ”Ini tidak harus dipakai. Kalau menginginkan suara bass berdentum keras, boleh. Tapi sudah banyak spesifikasi standar mobil yang menyediakan speaker dengan kualitas bass menjanjikan,” kata Bernard.

6. Ganti Speaker. Pilihlah speaker dengan kualitas lebih bagus dibandingkan yang terpasang di mobil. Konsultasikan dengan instalator agar ditemukan spesifikasi yang pas untuk selera musik Anda.

7. Ganti Head Unit. Sama seperti subwoofer, mengganti Head Unit jika dirasa sangat perlu. Misalnya menaikkan kemampuan menjadi model layar sentuh atau kemampuan-kemampuan lainnya. Kalau soal fungsi, sama saja.

8. Kabel-kabel. Salah satu kunci kualitas suara lebih bagus adalah memasang semua kabel dan komponen audio dengan benar. Jenis kabel juga menentukan. Jika merasa terlalu awam, percayakan pada instalator yang berpengalaman.

Kamis, 15 Januari 2015

Akhirnya, Harga Mobil Murah Toyota Naik

Akhirnya, Harga Mobil Murah Toyota Naik
Jakarta, KompasOtomotif - Setelah mendapatkan kepastian izin menaikkan harga mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) dari pemerintah, Toyota Indonesia resmi menaikkan banderol Agya, per 1 Oktober 2014. Izin kenaikan harga dari pemerintah berpatokan pada inflasi selama setahun sejak pertama kali Agya mulai dipasarkan, September 2013 silam.

Merek terlaris di Indonesia ini kemudian memutuskan untuk menaikkan harga secara bertahap. Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan, perusahaan sebenarnya sudah mendapat izin menaikkan harga mobil murah maksimal 6,6 persen. Namun, TAM memilih hanya menaikkan 3 persen dari harga sebelumnya.

"Kami juga mempelajari kondisi di masyarakat, daya beli, dan segmen konsumen untuk model ini, sambil melihat kepentingan mereka," jelas Samulo kepada KompasOtomotif, Selasa (7/10/2014).

Setelah menaikkan harga, Toyota mencoba menghibur konsumen Agya dengan menambahkan beberapa kelengkapan kenyamanan baru. Tambahan wiper kaca belakang untuk semua varian, desain jok belakang baru, dan pilihan warna merah untuk semua tipe. Jika dibandingkan harga sebelumnya, banderol baru Agya lebih mahal antara Rp 3,05-3,2 juta.

Model Lain
Selain harga mobil murah, mulai bulan kesepuluh tahun ini TAM juga mulai mengerek harga dua model lain. Toyota FT86 naik sekitar Rp 4 juta. Untuk tipe termahal FT86 Aero dan TRD semula dibanderol Rp 694,7 juta kini menjadi Rp 698,7 juta.

Alphard juga mengalami kenaikan Rp 2 juta, seperti pada varian terendah Alphard X 2.4L transmisi otomatis yang semula dibanderol Rp 748,95 juta, kini naik menjadi Rp 750,95 juta.
Berikut Harga Toyota Agya per 1 Oktober 2014:

E Manual Rp 100,35 juta (lama) menjadi Rp 103,2 juta (baru)
E Otomatis Rp 110,75 juta (lama) menjadi Rp 113,8 juta (baru)
G Manual Rp 107,15 juta (lama) menjadi Rp 110,15 juta (baru)
G Manual TRD Rp 111,65 juta (lama) menjadi Rp 114,65 juta (baru)
G Otomatis Rp 116,75 juta (lama) menjadi Rp 119,95 juta (baru)
G Otomatis TRD Rp 121,25 juta (lama) menjadi Rp 124,45 juta (baru)

Keterangan: semua harga on the road Jakarta

Ini Penyebab Hotman Paris Terhindar dari Maut

Ini Penyebab Hotman Paris Terhindar dari Maut
Jakarta, KompasOtomotif — Lamborghini New Gallardo LP 570-4 Spyder Performante yang dikendarai Hotman Paris Hutapea saat mengalami kecelakaan fatal di ruas Tol Wiyoto Wiyono, Minggu (6/10/2014) lalu, memiliki mesin besar dan tenaga dahsyat. Kendati demikian, produsen mobil super asal Italia tersebut juga merancang perangkat keselamatan untuk tetap melindungi pengemudi dan penumpang saat sedang berkendara. Perangkat keselamatan tersebut menjadi satu dari beberapa faktor yang membuat Hotman Paris terhindar dari maut dan hanya mengalami luka ringan.

Dikutip dari Lamborghini.com, rangka mobil sport tersebut menggunakan bahan aluminium agar tetap ringan. Setiap elemen dari rangka disatukan dengan cara las (welded). Sementara itu, bodinya menggunakan perpaduan bahan aluminium, serat karbon, dan thermoplastic. Tak heran bila bagian depan mobil milik Hotman Paris rusak parah karena bodi menggunakan bahan ringan, tetapi bisa menyerap energi akibat benturan.

Perangkat keamanan pasif lain yang ikut dipakai adalah dua airbag atau kantong udara untuk pengemudi dan penumpang. Plus, dua airbag samping sebagai pengaman ketika terjadi benturan dari samping.

Sistem keamanan aktif
Selain itu, New Gallardo LP 570-4 Spyder Performante ini sudah dilengkapi dengan electronic stability control/electronic stability program (ESC/ESP). Fitur ini dirancang untuk membantu pengemudi mempertahankan kontrol kendaraan saat manuver kecepatan tinggi atau di jalan licin yang biasanya memungkinkan terjadinyaoversteer atau understeer. ESC bisa mengaplikasikan rem dan kontrol mesin untuk membantu mobil tetap di jalur.

Pengereman juga sudah menganut teknologi anti-lock braking system (ABS). Ini adalah kontrol otomatis untuk mencegah rem terkunci dan menyebabkan mobil tergelincir sehingga tidak terkendali. ABS akan melakukan pengereman secara bertahap (seperti ketukan), tetapi dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mengunci.

Masih di sektor pengereman, terpasang juga teknologi electronic braking distribution (EBD). Piranti ini bertugas membagi pengereman pada tiap roda agar mobil tetap dalam keadaan terkendali dan bergerak secara linear.

Sistem kontrol traksi atau juga dikenal sebagai anti-slip regulation (ASR) juga terpasang sebagai peranti keamanan aktif. ASR dirancang untuk mencegah hilangnya traksi roda pada saat akselerasi kecepatan tinggi.

Selasa, 30 Desember 2014

Diskon Mobil Listrik Tak Berlaku bagi Si Kaya

Diskon Mobil Listrik Tak Berlaku bagi Si Kaya
San Fransisco, KompasOtomotif - California, yang menawarkan insentif berupa potongan langsung harga mobil listrik hingga 2.500 dollar AS (Rp 29,2 juta), berencana untuk mengakhirinya. Penyebabnya, banyak protes yang berdatangan dari kalangan legislatif negara bagian itu.

Insentif itu sengaja digulirkan untuk mengejar target California untuk memiliki populasi 1,5 juta unit mobil bebas emisi di jalan pada 2025. Pembatalan insentif diusulkan hanya kepada mereka orang-orang kaya, yang dinilai mampu membeli mobil tanpa harus menerima bantuan dari pemerintah.

Pihak legislatif California menggulirkan usulan baru, pekan lalu, untuk menghapus insentif khusus mobil listrik pada orang mampu. Selain itu, juga mengusulkan insentif baru bagi pemilik mobil berpenghasilan rendah yang memutuskan untuk menyerahkan mobilnya guna didaur ulang (scrap) dan memilih menggunakan transportasi publik atau ikut program berbagi mobil (car-sharing service).

"Pembatasan pendapatan dilakukan untuk memastikan program ini tetap berjalan, dalam jejak hitam dan putih yang benar, terhadap target negara bagian akan kendaraan listrik," jelas Max Baumhefner, penasihat hukum Natural Resources Defence Council-penggiat lingkungan hidup, dilansir Automotive News (30/8/2014). 

Sampai saat ini, tercatat sekitar 100.000 unit mobil listrik terdaftar di California, atau sepertiga dari total penjualan di seluruh AS. Selain menikmati potongan harga, pemilik mobil listrik juga mendapatkan berbagai keuntungan lain, salah satunya jalur khusus (carpool) di jalan tol. Para prinsipal otomotif juga dihadapi peraturan yang semakin ketat, salah satunya wajib menjual sebagian persen model yang dipasarkan dalam teknologi bebas emisi.

Insentif potongan harga sudah bertahun-tahun dinikmati konsumen mobil listrik yang membeli Nissan Leaf atau Tesla Model S. Sedangkan untuk pembeli mobil hibrida plug in, seperti Chevrolet Volt atau Prius PHEV menikmati potongan 1.500 dollar AS (Rp 17,5 juta).

Keluhan
Insentif ini mulai mendulang keluhan di California karena salah satu model yang sangat menikmati program ini adalah Tesla Model S yang dibanderol 72.240 dollar AS (Rp 846,3 juta). Popularitas mobil premium ini bahkan sangat baik di kawasan orang kaya, seperti Silicon Valley. Para pengeluh juga melihat tanpa adanya insentif para konsumen berstatus jutawan juga tidak sulit memboyong model ini ke rumahnya masing-masing.

"Saya rasa ada argumentasi adil kalau orang kaya memang tidak terlalu butuh potongan harga ketimbang konsumen yang lain," beber Diarmuid O'Connell, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Tesla dilansir Los Angeles Times, bulan ini.

Usulan dari pihak legeslatif akan segera diterima Gubernur Jerry Brown yang sepertinya setuju dengan rancangan peraturan baru ini. Revisi peraturan baru akan menyasar setelah pengukuran dilakukan oleh California Air Resources Board, akhir Juni 2015, sekaligus menetapkan level pendapatan rumah tangga berapa yang bisa menikmati insentif ini.

GM Yamaha Indonesia Mundur

GM Yamaha Indonesia Mundur
Belitung, KompasOtomotif – Terhitung mulai 26 September 2014, kedudukan GM Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tidak lagi dimandatkan kepada Eko Prabowo. Jabatan yang juga berperan sebagai juru bicara utama YIMM kepada media itu sekarang diisi oleh Mohammad Masykur.
“Surat resign saya sudah ditanda tangani. Saat ini sudah saatnya bagi saya untuk lebih mengembangkan kemampuan. Semoga jalannya dimudahkan oleh Allah SWT. Semoga Yamaha berkembang lebih baik,” ungkap Eko yang menggelar konferensi pers “mendadak” di sela-sela touring R25 di Kepulauan Belitung, Jumat (30/8/2014).
Berbagai prestasi Eko telah tercatat, namun keputusan mundur justru ia lakukan di saat promosi dua sepeda motor sport terbaru, R15 dan R25, sedang gencar dilakukan pada tahun ini. Sudah 10 tahun lebih Eko menjadi bagian YIMM. Ia mengatakan, salah satu momen paling berkesan ketika menjadi salah satu aktor melekatnya kesan skutik perdana Yamaha Mio sebagai kendaraan kaum hawa sejak diluncurkan pada 2003.
Transisi
Masa transisi jabatan akan berlangsung mulai 1 hingga 26 September. Masykur telah berpengalaman 23 tahun bersama Yamaha Indonesia. Sebelumnya ia menjabat sebagai Assisten GM Divisi R&D YIMM.
“Walaupun sudah 23 tahun di Yamaha, saya baru satu tahun di marketing. Generasinya beda, saya orang lama waktu jaman belum digital. Pak Eko sudah menyatu dengan media, mungkin ini yang sulit buat saya karena masih baru. Saya harus meneruskan apa saja yang telah dirintis sama Pak Eko,” ungkap Masykur.
Selamat dan sukses Eko Prabowo, selamat bertugas Mohammad Masykur!

Kamis, 03 Juli 2014

Lumia 1320 Layar 6 Inci Dijual Rp2,6 Jutaan

Lumia 1320 Layar 6 Inci Dijual Rp2,6 Jutaan
TECHNO.OKEZONE.COM - CALIFORNIA - Lumia 1320 telah diperkenalkan pada event Nokia World pada Oktober tahun lalu. Nokia telah meluncurkan smartphone ini di China dan Inggris.

Terkini, Nokia mengumumkan bahwa handset dengan layar 6 inci ini mendarat di pasaran Amerika Serikat. Dilansir Neowin, Kamis (12/6/2014), Lumia 1320 merupakan perangkat dengan banderol lebih terjangkau dibandingkan Lumia 1520.

Berbeda dengan model Lumia 1520 (display Full HD), Lumia 1320 dengan layar 6 inci (IPS LCD) ini menawarkan resolusi 720p. Handset ini juga diperkuat dengan layar Gorilla Glass 3.

Dengan banderol USD229 atau sekira Rp2,6 jutaan, pembeli bisa mendapatkan Lumia 1320 yang didukung dengan prosesor dual core Snapdragon S4 (1,7GHz). Spesifikasi lainnya antara lain, RAM 1GB, baterai 3400mAh, storage onboard 8GB dan kamera 5MP.

Lumia 1320 dirancang dengan banderol yang diklaim terjangkau. "Dengan Nokia Lumia 1320, kami menyediakan 'big value' untuk pelanggan dengan harga budget yang bersahabat," ungkap Andy Smoak dari Cricket Wireless, penyedia layanan nirkabel asal AS.